Mengungkap Istilah “Jadug” dalam Literasi Jaseng

Oleh: Endang Yusro

Bahasa Jawa Serang (Jaseng), berarti memiliki kekuatan atau kedigdayaan. Biasanya dalam ilmu Kanuragan, seperti kebal, tidak tembus senjata.

Oleh karena itu masyarakat Serang menyebut kedigdayaan sebagai kedigdayaan, mungkin berasal dari kata “Jadug”.

Kang Tus Jalal wong sing jadug meuh, oreu mempan dibacok (Kang Tubagus Jalal orang yang kuat, tidak bisa dihujam golok atau belati).

Dalam literasi Sunda pun kita menemukan kata tersebut yang semakna. Jadug dalam bahasa Sunda berarti jagoan, ahli bela diri.

Terdiri dari 5 karakter yang berawal dengan karakter “j” dan berakhir dengan karakter “g” dengan dua huruf vokal, a dan u.

Orang-orang dahulu banyak yang menimba ilmu kekebalan ini di pesantren atau tempat-tempat tertentu yang khusus menimba ilmu (seperti padepokan silat, dsb.).

Di pondok pesantren para santri, para santri di samping dibekali ilmu-ilmu agama, juga dibekali ilmu kanuragan seperti silat dan kekebalan. Hal tersebut sebagai bekal (persiapan) saat san santri nanti terjun di masyarakat dalam mendakwah ilmu-ilmu agama.

Namun sekarang ilmu itu berangsur sirna seiring perkembangan zaman, mungkin karena dianggap sepele dan di luar logika, tidak realistis mendengar orang yang tidak bisa dibacok.

Seiring pergeseran waktu, makna jadug dalam literasi Jawa Serang mengalami pergeseran dari makna asal.

Kata jadug selain bermakna memiliki kekuatan (baca, supranatural) berarti juga mustahil, atau tidak mungkin, seperti pada contoh:

“Lamun cuacane udan mengkenen, jadug si Kasman arep tekeu merene (Kalau cuacanya hujan seperti ini, mustahil si Kasman mau datang.”

Beberapa pondok pesantren yang dulu aktif mengajarkan ilmu kekebalan kini mulai tidak ada.

Di Jawa ilmu kekebalan yang membuat jadug sang pemiliknya dikenal dengan gemblengan. Para kiai pondok pesantren mengajarkan gemblengan sebagai bekal menjaga diri bukan untuk hal-hal yang negatif.

Situasi zaman dahulu yang rawan dengan aksi penculikan dan perampokan menuntut kiai-kiai di ponpes menggembleng para santrinya dengan ilmu kekebalan.

Di samping sebagai bekal diri menghadapi aksi penculikan dan perampokan, dahulu para kiai mengajarkan ilmu kedigjayaan (kekebalan) karena situasi zaman yang sedang terjadi gejolak antara kaum agamis dengan komunis (PKI). Hal tersebut di samping melindungi diri juga menjaga keselamatan warganya.

Begitu informasi yang disampaikan Bapak Nafis Nawawi, seorang pensiunan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang yang berada di Desa Linduk Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Related Posts

Menyoal Ungkapan ‘Utlubul Ilma Walau Bissin’: Telaah Kritis Semi Final Indonesia Open 2024

Oleh: Endang Yusro Menyaksikan semifinal Indonesia Open 2024 hari ini (Sabtu, 8/6/2024) antara China vs Malaysia. Jika pemain China sudah dipastikan menggunakan produk lokal, tanpa menggunakan pemain keturunan apalagi jasa…

Tegak Berdiri di Puncak : Persib Juara !

Kemenangan ini bukan sekadar tentang sepak bola. Ia adalah simbol kebanggaan, semangat juang, dan persatuan yang mengakar kuat dalam budaya masyarakat Jawa Barat. Persib, bagi mereka, bukan hanya sebuah klub, melainkan identitas, keluarga, dan warisan leluhur yang dijaga turun temurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Siap Berkolaborasi dengan Yayasan Bina Cerdas Mandiri Guna Tingkatkan Karakter Siswa

  • June 23, 2024
  • 7 views
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Siap Berkolaborasi dengan Yayasan Bina Cerdas Mandiri Guna Tingkatkan Karakter Siswa

AFEBSI Kembali gelar Webinar Nasional Series Batch 2, Menghadirkan Dekan FEB Telkom University, Bandung.

  • June 20, 2024
  • 59 views
AFEBSI Kembali gelar Webinar Nasional Series Batch 2, Menghadirkan Dekan FEB Telkom University, Bandung.

AFEBSI akan laksanakan PkM di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

  • June 15, 2024
  • 77 views
AFEBSI akan laksanakan PkM di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kunjungan Kerja Ketua Umum dan Sekjen Dewan Pengurus Nasional AFEBSI ke 3 PTS di Jawa Barat

  • June 15, 2024
  • 174 views
Kunjungan Kerja Ketua Umum dan Sekjen Dewan Pengurus Nasional AFEBSI ke 3 PTS di Jawa Barat

Menyoal Ungkapan ‘Utlubul Ilma Walau Bissin’: Telaah Kritis Semi Final Indonesia Open 2024

  • June 11, 2024
  • 14 views
Menyoal Ungkapan ‘Utlubul Ilma Walau Bissin’: Telaah Kritis Semi Final Indonesia Open 2024

AFEBSI Sukses Gelar Webinar Nasional Series Batch 1

  • June 11, 2024
  • 80 views
AFEBSI Sukses Gelar Webinar Nasional Series Batch 1